01 February 2010 ~ 8 Comments

Resah

Halo Bentoelisers,

Aneka ragam sajian kuliner menggoda yang tersaji di meja sebuah restoran bergengsi itu, tak cukup mampu menggugahkan suasana hati Mas Ben yang dikenal sebagai master pencicip kuliner. Hanya 4 potong ayam bakar, setengah piring gado-gado dan 2 potong daging ikan gurami goreng ditambah segelas es jeruk dan setengah gelas teh tawar saja yang mampu mewakili rasa sedihnya. [Mas Ben, Mas Ben sebanyak itu koq dibilang cuma to yo ? ]

Hari itu di sebuah restoran bernuansa sundaenese heritage, berlangsunglah pesta perpisahan dengan salah salah satu pimpinan perusahaan tempat Mas Ben menimba nafkah. Mas Ben menjadi sedih karena beliau yang akan berpisah itu adalah bos langsung dari Mas Ben. Walau pun Bos dimaksud tidak meninggalkan perusahaan, karena hanya perpindahan tempat saja dari pabrik ke kantor pusat perusahaan, namun bagi Mas Ben hal ini sudah cukup meluluhlantakkan hatinya.

Setragis itu kah ?

Bukan perpisahannya yang menjadi alasan utama kesedihan Mas Ben, karena masalah jarak bisa ditanggulangi dengan tersedianya sarana komunikasi yang memadai. Lagi pula Mas Ben pun sudah berkali-kali mematahkan hati para bos terdahulu karena permintaan Mas Ben untuk diijinkan pindah ke perusahaan baru, dengan bos baru tentunya.

Banyak kenangan indah dan menegangkan telah dilalui Mas Ben bersama bosnya ini :

  1. Mas Ben dan bos-nya dipercaya untuk berduet manis dalam pekerjaan yang paling berisiko dialergikan kawan-kawan mereka karena menjadi sasaran audit dan kewajiban bekerja secara sistemik oleh Mas Ben dan bos-nya.
  2. Selayaknya Presiden yang harus jatuh bangun menepis pemberontakan-pemberontakan rakyatnya dan menghadapi tim kabinetnya yang mbalelo, demikian halnya Mas Ben dan bosnya mesti berjuang keras untuk manginsafkan para pelanggar sistem, agar tidak menular kepada mereka yang mau komitmen yang jumlahnya lebih kecil dibandingkan jumlah yang menentang.

  3. Perlahan namun pasti, Mas Ben dan bos-nya telah mampu meminimize jumlah penentang sistem yang mesti dipelihara baik di bawah komando duo Mas Ben dan bos-nya.
  4. Berkat bos-nya yang baik itu, Mas Ben berkesempatan mencicipi kuliner serta keelokan budaya dan pariwisata tiga provinsi dengan fasilitas abidin [atas biaya dinas] :)

Atas dasar empat fakta di atas, bagaimana perpisahan ini tidak membekaskan pilu bagi Mas Ben :

  1. Sejak isu kepindahan bos-nya Mas Ben ke jabatan baru dua bulan lalu, telah mengembalikan tabiat buruk para penentang kembali ke asalnya … malas dan tidak peduli akan sistem kerja.
  2. Sejak isu itu menjadi nyata, sifat buruk penentang telah menular kepada yang lain. Yang awalnya beberapa yang walaupun perlu pendekatan ekstra kuat masih bisa dibimbing, ikut-ikutan full cuek.

  3. Pernyataan bos-nya Mas Ben yang tampaknya juga sudah mencapai puncak kejengkelannya, berkat ketidaktertiban yang berjamaah di perusahaan, pun melontarkan niatnya untuk melengserkan diri dari jabatan non-strukturalnya sebagai atasan langsung Mas Ben.

Kini Mas Ben harus mengawali episode baru sebagai single fighter, hingga ditetapkan bos baru untuknya, atau malah Mas Ben sendiri yang memegang kendali dan diberikan kewenangan untuk membentuk tim baru [?]. Kini saatnya pembuktian diri bahwa bukanlah hal mudah untuk menjadikan Mas Ben putus asa.

Walau mendapat karunia lebih yaitu sifat petarung dan passionnya untuk selalu menjadi yang terbaik di setiap arena laganya, namun demikian Mas Ben adalah manusia biasa dengan sisi humanisnya. Hal lain yang patut diteladani dari Mas Ben adalah bahwa dia tidak pernah membawa topengnya pulang ke rumah, walau sekecil apapun masalah di luar rumah yang melibatkannya yang dapat mengaduk emosinya. Dia akan selalu tetap bersama diri dan jiwa otentiknya di setiap kesempatan bersama orang-orang terkasihnya, demi menjaga kenyamanan dan rasa sayangnya kepada mereka yang menyayanginya.

Sebenarnya bukan karena teman-teman atau budaya kerja yang menjengkelkan di perusahaan yang menjadikan Mas Ben demikian sedihnya dengan kepindahan bos-nya ke kantor pusat. Bukan juga karena rencana bos-nya melengserkan diri menjadi bos-nya  karena ingin lebih berkonsentrasi ke tugas dan  jawab beliau yang baru.

Ada pertanyaan yang lupa Mas Ben sampaikan saat terakhir menjabat tangan bos-nya mengucapakan terimakasih atas bimbingan bos-nya selama ini.

Ya, Mas Ben melupakan sesuatu yang sangat penting, yaitu : Apakah setelah mengetahui rencana perubahan jabatannya sejak dua bulan sebelumnya, Bos-nya masih memberikan appraisal atas kinerja Mas Ben selama satu tahun lalu ? Apakah Bos-nya Mas Ben masih mengusulkan penyesuaian apresiasi Mas Ben untuk tahun ini yang pembayarannya akan dirapel bulan ini ? Berapa persen ya ?

Ah sudahlah Mas Ben, tidak usah terlalu diresahkan hal itu. Tuhan sudah memberikan cukup banyak kenikmatan kepada Mas Ben melalui keluarga yang kompak, isteri yang penyayang dan sabar hati, putera yang manis dan pintar.

Demikianlah cerita keresahan hati Mas Ben.

Salam bentoelisan

Mas Ben

8 Responses

  1. mr psycho 1 February 2010 4:41 pm Permalink

    Yang penting bersyukur ya Mas … tapi mantab deh atas usaha memilah masalah keluarga dan pekerjaan, ini kunci bahagia ya,salam buat keluarga semua

    Sumber kebahagiaan asalnya dari sebuah keluarga yang damai. Jadi sudah selayaknya kita tetap menjaga kedamaian itu dengan tidak membawa serta ke dalam rumah kita clutter-clutter dari luar rumah.

    Terimakasih Mister Psycho.

    Mas Ben

  2. sawali tuhusetya 2 February 2010 12:28 pm Permalink

    berpisah dengan bos yang baik dan memberikan banyak inspirasi memang menyedihkan, mas ben. tapi, agaknya terus tenggelam dalam keresahan juga ndak akan banyak manfaatnya. semoga bisa teratasi dengan baik. *doh kok jadi sok tahu saya, haks* salam sukses, mas ben.

    Hheehhehe, iya nih Mas Sawali. Kekompakan Mas Ben sama bos-nya itu sudah seperti duo detektif yang di filem-filem itu lho :)
    Ya benar Mas, kesedihan bukan untuk diratapi tetapi saatnya untuk bangkit :)

    Mas Ben

  3. bee 2 February 2010 6:31 pm Permalink

    salam kenal om…

    Salam kenal persahabatan bung Bee :)
    Terimakasih sudah berkunjung ke bentoelisan.

    Mas Ben

  4. enost 4 February 2010 4:30 am Permalink

    jangan resah Mas Ben, semua pasti berubah… jangan resah dengan perubahan. Dulu berdua, sekarang single fighter… namun besok-besok bisa jadi malah dapet teman baru/bos baru/bawahan yang dapat saling mendukung lagi…

    Halo Mas Enost :)
    Iya mesti tetep semangat pokoknya ya.
    Mas ben titip terimakasih dan salam hangat persahabatan buat Mas Enost :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  5. rental mobil di surabaya 8 February 2010 9:38 am Permalink

    ayo tunjukkan semangatmu mas
    jangan resah / loyo

    Ayo tetap semangat.
    Ada titipan terimakasih dari Mas Ben hehehe

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  6. anti aging retinol 19 May 2010 8:14 am Permalink

    I love the blog. Great post. It is very true, people must learn how to learn before they can learn. lol i know it sounds funny but its very true. . .

  7. medan kuliner 12 July 2011 11:05 am Permalink

    numpang lewat yaa… mau jalan-jalan ke medan? atau mau wisata kuliner di medan? jangan lupa mampir di blog http://www.indrahalim.com ya. Blog kuliner top kota medan. Situs yang lengkap reviewnya tuk resto or kedai yg menyediakan makanan enak di medan.

    Halo,
    Wah, kuliner Medan ya ? Enak-enak pastinya.Ada referensi warung makan di daerah Tanjung Morawa ? :)
    Baik, ntar saya mampir ke web kuliner Medan-nya :)

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  8. Anthony Dertamuse 1 January 2012 10:27 am Permalink

    Bila Anda telah berhasil membuat sebuah ebook untuk dibagi bagikan, jangan lupa untuk memberitahukan saya di sini, ya.


Leave a Reply