09 June 2010 ~ 44 Comments

Solo Antara Kultur dan Modernisasi Dalam Gelaran Internasional [Kisah Perjalanan 2 hari Mas Ben di Solo]

Halo Bentoeliser

Solo atau dulu dikenal dengan nama Surakarta, sebuah kota karesidenan yang masih kental nilai budaya keningratannya, mulai menggeliat menunjukkan kiprahnya di tataran internasional.

Solo [Surakarta] dengan demografi melingkupi wilayah Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak; didukung oleh enam kabupaten di sekitarnya : Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri semakin eksis menjelma sebagai sebuah wilayah terpadu Soloraya.

Wilayah pecahan kejayaan Mataram ini dalam perkembangannya berlaju seiring dinamika kemajuan teknologi dan modernisasi, berusaha mempertahankan kultur adiluhungnya. Kuliner, tata-pergaulan dan eknisitas yang terpelihara baik tetap membudaya tercermin dari perilaku keseharian warganya.

Kebersahajaan jawa sebagaimana diwariskan oleh pendahulunya, begitu kental terukir di setiap sisi kotanya. Hidup yang tidak ngoyo dan senantiasa andap asor, terlepas dari sedikit masalah sosialnya, yang dengan ketulusan timur diakui oleh walikota Solo, Bp. Joko Widodo.

Semua hal di atas terurai dalam acara SOlO [Sharing Online lan Ofline] yang digagas, dibidani dan dikawal dengan apik oleh para anak muda komunitas blogger Bengawan.

Acara yang dipusatkan di Graha Solo Raya Jl. Slamet Riyadi, dihadiri oleh para blogger wakil dari beberapa daerah di Indonesia wilayah barat, tengah dan timur ini sukses digelar selama 2 hari pada tanggal 5 dan 6 Juni 2010.

Sesuai dengan namanya sharing online dan ofline, keseluruhan agenda acara SOlO sengaja dirancang sebagai mediasi dan sarana komunikasi positif antara para blogger yang diharapkan menjadi jembatan tersosialisasikannya kota Solo dan tentu saja program-program sukses pemerintah kotanya dalam mengelola rumah tangganya.

Sejarah asal nama Solo, dan segala prestasi kota Solo disampaikan oleh Kadiskominfo kota Solo. Salah satunya adalah keberhasilan kota Solo dalam mengelola PKL, yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya kota di Indonesia berhasil merelokasi PKL dengan pendekatan humanis, yang oleh Ibu Kadis dikatakan sebagai kegiatan yang mengwongkan wong atau memanusiakan orang.

Dalam program prioritasnya, walikota menyusun suatu konsep yang komprehensif untuk menata PKL dimulai dengan merevitalisasi Kantor Pengelolaan Pedagang Kaki Lima [PPKL] sebagai leading agency dalam pelaksanaannya.

Kebijakan utama pengelolaan PKL di kota Solo meliputi pembinaan, penataan, dan penertiban. Pembinaan mengasumsikan bahwa bisnis dan karakter PKL perlu dibangun dan dikembangkan dengan memberi mereka bimbingan dan penyuluhan, termasuk informasi tentang peraturan dan tanggung jawab PKL dalam memelihara ketertiban di kota Solo. Istilah penataan berarti mengelola PKL secara fisik agar mereka lebih rapih teratur. Selain itu ada kebijakan penertiban yang dilakukan pemerintah dalam upaya “memaksa” PKL untuk pindah atau kadang kala merelokasi mereka ke tempat baru. Kebijakan yang dibuat di kantor PPKL sebagian besar disusun secara persuasif dengan melibatkan kelompok-kelompok PKL sendiri. Sebagai hasilnya, keramahan kota Solo terhadap PKL bisa ditunjukkan secara fisik [ruang], secara sosial ekonomi, secara aturan, maupun secara kesempatan.

Pengalaman kota Solo menunjukkan bahwa kebijakan perkotaan yang ramah PKL harus diawali dengan adanya keberpihakan pada nasib rakyat kecil dan pengakuan bahwa PKL adalah nafas dari kehidupan perkotaan yang tidak bisa dihilangkan. Oleh karenanya berbeda dengan kota-kota lain yang bermasalah dengan PKL, kota Solo berhasil merelokasi PKL dengan damai. Untuk memanusiakan PKL, proses relokasi dilakukan dengan cuma-cuma. Para PKL diberikan kios atau lapak gratis termasuk surat ijin usaha sudah difasilitasi oleh pemerintah kota Solo. Tidak selesai sampai di situ, pemerintah kota Solo pun telah memikirkan dukungan fasilitas publik yang memadai seperti jalur pejalan kaki, tempat parkir, penerangan jalan, air bersih, saluran pembuangan dan termasuk juga dibukanya akses jalur menuju lokasi baru dan rambu-rambu yang menunjukkan lokasi baru para PKL.

Semua upaya pemerintah kota Solo berimbas positif terhadap peningkatan penghasilan para pelaku PKL, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 400.000,00 kini meningkat menjadi Rp. 800.000,00 – 1.200.000,00.

Helatan SOlO semakin menggugah para blogger yang memenuhi aula Graha Solo Raya, ketika acara bergulir ke sharing kesaksian para blogger yang telah berhasil memberikan kontribusi baik dan terbukakannya peluang usaha berkat kegiatan blog.

Misalnya Mas Bachtiar yang menceritakan bagaimana gerombolan Bundaran Hotel Indonesia [BHI] yang bermula dari kongkow-kongkow kawan-kawan yang sedang berusaha mencari kerja di Jakarta, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah kelompok charity yang berhasil membantu pendidikan para anak tidak mampu di Cilacap dengan program pinjam asuh kambing, dan juga gerakan seribu buku yang pada realisasinya jauh melebihi target dengan berhasil mengumpulkan 3.200 buku layak baca. Selain itu sebuah kumpulan yang disebut gerombolan oleh Mas Bachtiar juga telah menjadi sarana informasi kerja dan peluang kerja baru bagi membernya, termasuk penyediaan rumah singgah [kost] untuk kawan atau saudara yang sedang berupaya mencari pekerjaan.

Kesaksian lain dari Mas Ben [Bunyamin] dengan usaha grafikanya yang sudah menjadikannya sebagai seorang wirausahawan melalui blognya.

Juga kisah perintisan Rumah Batik Putra Laweyan.

Tidak kalah membahananya, kesaksian Ibu FE Sujanti, Ketua Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk) Kota Solo. Ibu Sujanti memaparkan harapannya untuk memajukan para wanita sekaligus aktualisasi bahwa wanita pun juga mampu berbuat besar. Termasuk harapannya untuk standarisasi usaha dan produk. Dengan adanya standarisasi pada sisi kualitas produk pastilah akan berpengaruh bagi pertumbuhan kuliner di kota Solo. Selain itu produk kuliner dari UKM tersebut bisa berkembang masuk ke ritel-ritel yang besar. Masih banyak pelaku UKM kuliner di Solo yang belum menerapkan standardisasi produknya. Ini terlihat dari 180-an UKM kuliner binaan Jarpuk, ternyata baru 20 persen saja yang menerapkan standar SP (Sertifikat Penyuluhan) atau PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga).

Menjelang tengah hari, ada kejutan besar buat para blogger dengan hadirnya Bapak Joko Widodo walikota Solo. Kedatangan beliau cukup membuat Mas Gunawan sang moderator menjadi kelabakan mengingat terbatasnya waktu dan di luar rencana. Akhirnya Mas Gunawan “mendaulat” Pak Wali untuk memberikan sambutan beberapa menit saja.

Dengan kesempatan terbatas yang dibatasi oleh Mas Gunawan, Pak Joko Widodo memaparkan tentang kota Solo dan obsesi beliau untuk menjadikan Solo sebagai kota yang di kenal di manca negara, termasuk kegalauannya saat membaca sebuah terbitan majalah yang memberikan “warning” agar berhati-hati bila berkunjung di pasar “X” yang merupakan trade mark kota Solo, karena copetnya banyak sekali.

Kehadiran beliau dengan gesture dan tutur kata yang santun, menggairahkan para blogger yang sebelumnya sudah lemas dan kuyu tanda sudah melewati jam makan siang. Para blogger berebutan untuk mengajukan pertanyaan kepada Pak Wali. Akibatnya waktu yang disediakan hanya beberapa menit akhirnya molor menjadi lebih dari setengah jam, ketika Pak Jokowi atas dasar pertanyaan yang ada, menjelaskan program-program pemerintah kota Solo untuk mempromosikannya ke mancanegara yang sudah teragendakan sepanjang tahun 2010, antara lain : Solo Menari, Festival Kuliner, Solo Batik Fashion, The Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development [APMCHUD] yang rencananya akan dihadiri oleh para meneteri dari 68 negara di Asia Pacific, Solo Batik Carnival, Solo International Ethnic Music [SIEM], Festival Keraton Sedunia, Solo International Performing Art [SIPA], dan Solo Keroncong Festival. Semuanya akan digelar selama tahun 2010 antara bulan Juni – September.

Pak Jokowi memungkasi kehadirannya dengan mengimbau agar para blogger mendukung program pemerintah kota Solo dengan kreasi kata dan gambar di blognya masing-masing.

Dan Pak Jokowi pun meninggalkan ruangan dengan iringan tempik sorak membahana.

Selepas ishoma, materi lanjutan hari pertama SOlO diisi oleh Bapak Teddy Bara Iskandar – National Sales Manager XL, dan Area Manager XL wilayah Solo. Beliau memaparkan program-program niaga XL dan segala dukungannya. Tidak lupa bagi-bagi hadiah dadakan untuk para blogger yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar XL. Di akhir acara hari pertama SOlO diinformasikan tentang lomba blog dan atau foto tentang Solo atau Internet, berhadiah blackberry untuk 2 karya terbaik.

Malam harinya, di Wisma Seni tempat beristirahat para blogger, para blogger saling bertukar informasi dan kesan-kesan mereka tentang SOlO dan juga even temu blogger lain yang pernah mereka ikuti, termasuk saran membangun dan harapan di kegiatan sejenis ke depannya.

Dalam suasana penuh kekeluargaan itu disampaikan pula rencana dan koordinasi kegiatan untuk keesokan harinya, yaitu susur bengawan, kunjungan ke kampung batik Laweyan, Kunjungan ke sentra kerajinan keris, wayang dan gamelan dan juga kunjungan ke sentra kerajinan tembaga di Cepogo. Namun karena animo peserta yang lebih banyak untuk susur bengawan, dan kunjungan ke Laweyan, maka acara di Cepogo dan kampung keris, gamelan dan wayang ditiadakan.

Mas Ben yang memilih rombongan ke Laweyan, bisa menyaksikan antusiasme peserta blogger lainnya sejak perjalan hingga di Laweyan. Klak-klik-klek membidik objek-objek bertema Solo yang akan mereka ikut sertakan dalam lomba blog dan atau foto berhadiah blackbery.

Acara di Laweyan dimulai di rumah Batik Putra Laweyan, setelah sedikit pengarahan, para blogger pun beriang-ria memecah kelompok mengikuti para pemandu yang ditunjuk. Di sana para blogger bisa leluasa menyaksikan dan mengagumi keelokan kreasi batik Solo yang halus dan melegenda, termasuk praktek membatik. Pemandangan menarik lainnya adalah berpadunya masa lalu dan kini yang termanifestasikan melalui arsitektur bangunan di perkampungan Laweyan. Banyak bangunan yang sudah berusia ratusan tahun masih berdiri tegak dan terawat di antara bangunan-bangunan moderen, berdampingan harmonis menghasilkan nuansa dramatic romantic.

Aroma tradisional kental menguasai atmosfer gang-gang kecil rapih, ditingkah aktivitas penarik becak moda angkutan rakyat yang tidak lekang digerus modernisasi, dan juga warung jajan angkringan yang manjadi ikon kota Solo.

Selepas sholat Dzuhur, para blogger melanjutkan perjalanan hari itu menuju Taman Balekambang. Di sana sudah menanti grup musik keroncong yang siap menghibur kalbu memanjakan rasa. Rencananya akan turut berpartisipasi adalah cucu Pak Gesang, sang maestro keroncong kita yang belum lama berpulang ke haribaan Sang Khaliq.

Sampai di sini, Mas Ben tidak bisa menemani kawan-kawan blogger menuntaskan rangkaian acara SOlO, dikarenakan sudah harus menuju kota Salatiga untuk selanjutnya kembali ke kota Tangerang, tempat ia tinggal dan berkarya.

Akhirnya, 2 hari di Solo menyisakan kesan indah persaudaraan para blogger yang hadir, melahirkan kerinduan untuk kembali lagi mereguk keramahan dan eksotikanya.

Sampai jumpa lagi para sahabat blogger-ku di ajang temu blogger selanjutnya di kota-kota lain.

Salam bentoelisan

Mas Ben

44 Responses

  1. BHI 9 June 2010 4:43 am Permalink

    kok potone ra nono seng saru :( )

  2. Mas Ben 9 June 2010 4:46 am Permalink

    Halo Mas BHI. Lho memang kemarin ada kejadian saru po ? Wah saya koq ndak tahu ya, wah rugi tenan berarti sayanya hehehhe.

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  3. gajah_pesing 9 June 2010 5:07 am Permalink

    sebuah sharing yang mampu menggugah kita semua, semuanya hanya sharing dan berbagi bukan sebagai ini blogger dan ini bukan blogger

  4. asepsaiba 9 June 2010 8:27 am Permalink

    Wah senangnya bisa ikutan.. Saya juga diundang Mas, tapi akibat berhalangan, saya tidak bisa hadir..

    Oya, maaf baru berkunjung balik nih mas.. Oya, saya kirim email via Japri ya mas.. Tolong dicek..

    Wassalam,

  5. addiehf 9 June 2010 8:48 am Permalink

    whhhh ulasannya mangstaps om Ben, dan seneng bisa ketemu sama Om Ben disana :D ehhh, sempet saling sapa mengobrol sedikit nda yahhh waktu di VIP 1 Room hehehehe……..

  6. Mas Ben 9 June 2010 11:36 am Permalink

    @Mas Gajah : Maturnuwun Mas :)

    @Mas Asep : Ya memang menyenangkan Mas kegiatan di Solo kemarin. Semoga kita bisa ketemu di acara2 selanjutnya :)

    @Mas Addiehf : Terimakasih Mas. Saya kemarin di kamar #3 :) Sampai ketemu di temu blogger selanjutya.

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  7. si Paijah 9 June 2010 3:14 pm Permalink

    woalah ini acara blogger yang seru kemaren yah, sayangnya saya ndak bisa ngikut, nyemplung di sini pertama kali pakde

  8. tukangpoto 9 June 2010 4:52 pm Permalink

    Sebenarnya inilah gunanya ngeblog, sumbangan nyata bagi lingkungannya.
    Reviewnya mantap,mas!

  9. neorenggana 10 June 2010 7:08 am Permalink

    mantap mas ben.. tulisannya top markotop (applause)

  10. Nananging Jagad 10 June 2010 7:11 am Permalink

    Solo memang akan selalu dikenang sepanjang aliran Bengawannya masih teruuus ke lauuut………

  11. dhedhecuit 10 June 2010 7:54 am Permalink

    wach jadi pengen ke solo menikmati keroncong dan tari dengan kedua mata sekaligus ngangkring ditengah kemerlap lampu kota solo hehe

  12. Mas Ben 10 June 2010 11:37 am Permalink

    @Mbak Paijah : Selamat datang di Bentoelisan, Mbak. He eh betul, ini acara heboh kemarin. Sampai ketemu di temu blogger selanjutnya ya :)

    @Tukangpoto : Terimakasih Mas. Memang sangat banyak positif kegiatan nge-blog itu ya :)

    @Mas Neo : Selamat datang di Bentoelisan. Terimakasih ya, Mas :)

    @Mas Nananging : Ya, sangat banyak kenangan indah dari acara kemarin Mas :) Selamat datang di Bentoelisan ya.

    @Dhedhecuit : O indahnya suasana hehehe. Selamat datang di Bentoelisan ya :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  13. Dony Alfan 10 June 2010 3:26 pm Permalink

    Makasih sudah berkunjung ke Solo. Lain kali mampir lagi yaw :D

  14. wulan audy 11 June 2010 3:28 am Permalink

    Kalo ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan para PKL, insya Alloh hasilnya pasti maksimal. Kalo di Surabaya, sudah ditertibkan, di relokasi, protes mulu..
    Btw…belom pernah jalan-jalan ke Solo, cuma lewat aja kalo mo ke Jogja.

  15. PROfijo 11 June 2010 4:55 am Permalink

    Senengnya bisa ketemu mas Ben :D

  16. kodokkrawu 11 June 2010 7:36 am Permalink

    terimaksih untuk photo barengnya pak ben,, pengalaman 2 hari yang amazing di bumi solo,,

  17. ciwir 11 June 2010 8:55 am Permalink

    SOLO ya SOLO..
    SOLO Raya hanyalah perluasan sedikit dari pengembangan kota solo
    nek Wonogiri masuk kayae kejauhan dech
    sragen juga…

  18. mbah sangkil 11 June 2010 9:21 am Permalink

    senangnya bisa ketemu teman-teman, bercengkrama dan menikmati sebagian keindahan wisata kota solo.

  19. Mas Ben 11 June 2010 10:47 am Permalink

    @Mas Dony : Sama-sama Mas, jangan kuatir, saya pasti akan mampir lagi ke Solo … dan mudah-mudahan bisa sering, soalnya ketagihan nonton tontonan di Taman Budaya-nya hehhe

    @Mbak Wulan : keributan saat penertiban PKL sudah jamak di negeri kita Mbak. Yang jelas sudah ada Solo yang sukses mengelola PKL-nya, tinggal kemauan dan kerendahan hati pemda daerah lain mengadopsi cara-cara baiknya :) Oh ya, Saya pernah tinggal sebulan di Surabaya pas bulan Maret 2009, dan kesan indahnya gak hilang-hilang, sampai sekarang terus kangen sama suasana Surabaya :)

    @PROfijo : Sama-sama, saya juga senang bisa berkumpul berbagi bahagia bersama kawan-kawan di Solo, kemarin :)

    @Kodokkrawu : Sama-sama Mas Ilmi, saya juga tersanjung pas kemarin diajak photo bareng :)

    @Mas Ciwir : Lho, malah saya melupakan Klaten dan Boyolali dalam kesatuan wilayah Soloraya je hehhe. Tapi sekarang sudah saya tambahkan di postingan saya :) Terimakasih ya.

    @Mbah Sangkil : Bener sekali Mbah Sangkil, wong saya saja jadi tuman kepingin mbaleni lagi hehehehe

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  20. harry seenthing 12 June 2010 7:39 am Permalink

    wakh sebuah perjalanan yang sungguh melelahkan dan nikmat ya mas

  21. hanifilham 12 June 2010 9:19 am Permalink

    solo, gak banyak tau, soalnya cuma berkutat di daerah AURI saya pak, deket bandara, mau ke kota itu aja butuh sepeda motor yang menelan waktu bisa sampai 15 menit, jadi bolak balik 30 menit, belum sama jalan2nya di kota, hehe, kalau bener2 niat mungkin weekend di hari sabtu dari pagi mpe sore…

  22. lelaki aneh 12 June 2010 9:56 am Permalink

    duh pengen trip kesana juga dehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  23. bintangtimur 12 June 2010 10:20 am Permalink

    Saya bisa ikut merasakan kebersamaan dalam acara tersebut, pastinya itu adalah sebuah acara silaturahmi yang dikemas menarik :)
    Matur nuwun sudah berbagi cerita, lengkap dan sangat informatif…

  24. Dwi Wahyudi 12 June 2010 10:23 am Permalink

    Wah, sepertinya seru banget yach. Kapan bisa jalan ke jawa, aq sendiri wong jowo yg lahir di Pontianak. Salam persahabatan…

  25. fansmaniac 12 June 2010 6:56 pm Permalink

    Maaf mas baru nongol sekarang, maklum agak2 sibuk mengurusi bisnis di channel lain. Solo begitu terkenal namanya di Indonesia, meski saya belum pernah jalan kesana. Kultur alias budaya tidak boleh dimakan oleh modernisasi zaman, teknologi boleh masuk tetapi budaya gk boleh terhapuskan… :D

    Salam hangat mas ben

  26. Mas Ben 14 June 2010 3:30 am Permalink

    @Harry : Bener sekali Mas, nikmat sekali rasanya. Terimakasih ya :) Selamat datang di Bentoelisan.

    @Mas Hanif : Kalau menuruti hati, muter-muter Solo Sabtu-Minggu thok masih kurang, Mas hehehhe

    @Lelaki : ayo, silakan datang menikmati eksotika budaya Solo :)

    @Mbak Bintang : Bener sekali Mbak, berkat tangan dingin para sahabat muda kita dari komunitas blogger Bengawan :)

    @Mas Dwi : Ayo Mas, kapan-kapan kita bertemu di temu blogger :)

    @Fans : bener sekali Mas, modernisasi tidak selayaknya mengikis identitas dan citra budaya :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  27. julie 14 June 2010 4:54 am Permalink

    blogger biasanya punya segudang ide bermanfaat
    keren mas ben :)

  28. loewyi 14 June 2010 5:55 am Permalink

    Wah acara SOLO kemarin memang keren Mas Ben. Apalagi Plat – M. mendominasi uy….. hehehehehe…… Aku Lukman Mas. Salam hangat mas dari anggota Plat – M. Semoga kita bisa bertemu di acara temu Blogger selanjutnya. :)

  29. Didien® 14 June 2010 9:53 am Permalink

    wah..mas Ben ga ajak² neh temu bloggernya di Solo, padahal aku kan di Bandung..hehehe jauh yah…

    salam, ^_^

  30. Caride™ 14 June 2010 9:58 am Permalink

    kapan ya saya sengaja bisa main ke Solo, selama ini hanya lewat doang..

  31. agoenk70 15 June 2010 3:56 am Permalink

    duhhh kapan yahh bisa pergi ke solo,,
    btw ini tampilan baru yah mas, themenya, nice banget, baru kesini lagi solanya hehe,.

  32. fansnatural 15 June 2010 6:18 am Permalink

    i post about chicken without feathers in solo city… kultur budaya kita gk boleh terkikis oleh zaman kang

    Salam Kenal

  33. mursid 15 June 2010 8:14 am Permalink

    tetap menyesali gak bisa nonton Gobyos in Paradise..huft..

  34. Mas Ben 15 June 2010 9:51 am Permalink

    @Julie : Namanya juga Blogger, Mbak :) Berjuta ide, berjuta kreatifitas hehehehe

    @Loewyi : Halo Mas Lukman, apa kabar ? Sampai ketemu di acara-acara blogger dan kesempatan lain lagi ya :)

    @Mas Didien : Iya ik, kemarin ndak ada kawan blogger perwakilan Bandung yang hadir deh. Besok lagi hadir ya hehhehe

    @Mas Caride : Pokoknya harus berhenti mampir Mas, jangan cuma lewat doank. Dijamin berkesan mendalam di sanubari deh hehehe

    @Mas Agoenk : Halo Mas Agoenk, apa kabar ? Tampilan blog saya sudah lumayan lama sih, soalnya saya lihat yang paling manis dan pas untuk menampung tulisan dan widgetnya saya, ya cuma yang ini saja. Nanti kalau ada theme baru yang lebih manis lagi dan pas ya ganti lagi hehehhe

    @Fansnatural : Selamat datang di Bentoelisan. Bener, modernisasi boleh datang, tapi budaya tidak boleh luntur :)

    @Mas Mursid : Aku luwih nyesel mergo adoh seko Solo, padahal acara 2 bulanan ya gayeng di TBS ? Siap-siap pindahan dadi wong Solo ah :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  35. bahtiar 16 June 2010 5:05 am Permalink

    elok tenan jenengan …
    tulisane dowo, runtut lan ditail banget …

    salut, perlu energi penuh untuk nulis blog seperti ini :)

    salam,
    bahtiar

  36. Mas Ben 17 June 2010 7:25 am Permalink

    Maturnuwun Mas Bahtiar :)

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  37. lyna riyanto 18 June 2010 12:03 pm Permalink

    pasti sangat berkesan acaranya
    menambah keakraban sesama blogger
    salut untuk kegiatan ini
    :)

  38. Tongkonan 19 June 2010 5:25 am Permalink

    Wah.. seru bgt ya acaranya. Sayang gak bs ikutan, padahal jarak Solo dari Jogja dekat bgt. :(

  39. Mas Ben 21 June 2010 3:14 am Permalink

    @Mbak Lyna : Berkesan sekali Mbak, selama acara hingga sesudahnya :)

    @Mas Tongkonan : Masih akan banyak kegiatan-kegiatan positif dari kawan-kawan Blogger, jangan kuatir ketinggalan lagi :)

    Salam bentoelisan

    Mas Ben

  40. fardan 29 September 2011 1:54 am Permalink

    Yth Mas Ben,

    kami tertarik dengan foto mas ben “tukang becak” (solo3) pada artikel ini untuk dijadikan salah satu image pada kalender, apakah saya bisa mendapatkan email mas ben agar dapat dibicarakan lebih detail. mohon informasinya dpt dikirim ke fr2ramli@yahoo.com
    Terima Kasih

  41. Mas Ben 8 October 2011 7:43 am Permalink

    Dear Mas Fardan,

    Saya ucapkan terimakasih untuk atensi dan apreasiasi atas blog Bentoelisan dan salah satu foto yang ada di dalamnya [becak].

    Berikut saya sampaikan alamat email saya. Dengan senang hati saya menerima salam perkenalan dan membincangkan rencana pembuatan kalender Mas Fardan, yang direncanakan akan menggunakan foto becak tersebut.

    Terimakasih.

    Salam Bentoelisan

    Mas Ben
    agung.widyatmoko@gmail.com


Leave a Reply